Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) Penerbitan Buku Bentala
Bentala beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, dengan tetap menjaga kualitas buku, integritas intelektual, serta tanggung jawab kepada pembaca dan ekosistem perbukuan.
Kebijakan AI Bentala
2. Menggunakan AI dalam Proses Penulisan
2.1. Pengawasan Manusia
2.2. Menjaga Kontribusi dan Keaslian Karya
3.1. Pengembangan dan Penyuntingan Tulisan
3.2. Penggunaan AI dalam Buku Ilmiah dan Berbasis Penelitian
3.3. Penggunaan AI dalam Buku Sastra dan Karya Kreatif
4. Penggunaan AI untuk Gambar dan Materi Visual
4.1. Ilustrasi Konseptual dan Visual Pembelajaran
4.2. Penggunaan AI untuk Sampul dan Desain
4.3. Gambar Faktual dan Bukti Penelitian
5. Keterbukaan dan Deklarasi Penggunaan AI
5.1. Penggunaan yang Harus Dideklarasikan
5.2. Informasi dalam Deklarasi
5.3. Pernyataan Penggunaan AI dalam Buku
6. Hak Cipta, Privasi, dan Perlindungan Naskah
6.1. Pemeriksaan Hak Gambar
8. Pemeriksaan Editorial dan Penanganan Pelanggaran
Bagi Penulis Buku Penerbit Bentala Aksara Bestari
Tentang Panduan Ini
Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dapat membantu penulis dalam mengembangkan gagasan, memperbaiki tulisan, mengolah informasi, dan membuat materi visual. Panduan ini membantu penulis Bentala Aksara Bestari menggunakan AI secara bertanggung jawab tanpa mengurangi keaslian karya, kontribusi intelektual, dan integritas penerbitan.
Panduan ini disusun dengan mengacu pada pedoman penggunaan AI untuk penulis buku dari Wiley serta kebijakan penerbitan buku Elsevier. Ketentuan di dalamnya disesuaikan dengan karakter dan standar editorial Bentala Aksara Bestari.
1. Menggunakan AI dalam Proses Penulisan
AI dapat menjadi alat bantu dalam berbagai tahap penulisan buku. Penulis dapat menggunakannya untuk mengeksplorasi gagasan, menyusun kerangka, memperjelas kalimat, menerjemahkan teks, memeriksa konsistensi, atau mengembangkan ilustrasi.
Namun, AI harus menjadi pendamping proses berkarya, bukan pengganti penulis. Naskah akhir harus mencerminkan pengetahuan, pemikiran, kreativitas, dan keputusan manusia. Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa materi yang dihasilkan atau dibantu AI telah diperiksa, dikembangkan, dan sesuai dengan tujuan buku.
1.1. Pengawasan Manusia
Penulis wajib meninjau hasil AI sebelum menggunakannya dalam naskah. Pemeriksaan ini mencakup keakuratan fakta, kesesuaian konteks, kualitas argumentasi, kejelasan bahasa, serta kebenaran sumber yang digunakan.
Hasil AI dapat mengandung kesalahan, bias, informasi yang tidak lengkap, atau referensi yang tidak benar. Karena itu, penulis tidak boleh menganggap keluaran AI sebagai informasi yang otomatis dapat dipercaya.
Jika AI digunakan untuk membantu analisis atau mengembangkan argumentasi, penulis harus memastikan bahwa hasil akhirnya sesuai dengan bukti dan dapat dijelaskan secara logis. Keputusan akhir tetap berada pada penulis.
1.2. Menjaga Kontribusi dan Keaslian Karya
Penggunaan AI harus tetap memberi ruang bagi kontribusi intelektual dan kreatif manusia. Penulis perlu mengembangkan, menyunting, dan menyesuaikan materi yang dibantu AI agar selaras dengan pengetahuan, sudut pandang, gaya penulisan, serta tujuan karyanya.
AI tidak boleh digunakan untuk menggantikan seluruh proses berpikir kritis, analisis, interpretasi, atau kreativitas yang menjadi inti buku. Hasil AI yang digunakan tanpa pemeriksaan dan pengembangan yang memadai berisiko mengurangi keaslian serta kualitas karya.
2. Penggunaan AI untuk Teks
2.1. Pengembangan dan Penyuntingan Tulisan
Penulis dapat menggunakan AI untuk membantu menyusun kerangka, mengeksplorasi alternatif gagasan, memperjelas konsep, memperbaiki tata bahasa, menyederhanakan kalimat, dan meningkatkan keterbacaan naskah.
Penggunaan untuk penyuntingan bahasa sederhana, seperti koreksi ejaan dan tanda baca, diperbolehkan selama tidak mengubah makna. Adapun penggunaan AI untuk menulis ulang paragraf, mengembangkan penjelasan, menerjemahkan materi, atau menghasilkan bagian baru harus diperiksa lebih mendalam dan dinyatakan kepada penerbit sesuai ketentuan deklarasi.
AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan argumentasi atau kesimpulan yang kemudian diterima begitu saja sebagai pemikiran penulis. Penulis tetap harus menilai relevansi, mengembangkan substansi, dan bertanggung jawab atas hasil akhirnya.
2.2. Penggunaan AI dalam Buku Ilmiah dan Berbasis Penelitian
Untuk buku ilmiah, akademik, pendidikan, dan buku berbasis penelitian, penulis harus memberikan perhatian khusus pada data, metode, analisis, dan referensi.
AI dapat membantu mengorganisasi literatur atau menyederhanakan penjelasan, tetapi tidak menggantikan kewajiban penulis untuk memeriksa sumber asli. Setiap kutipan dan referensi harus benar-benar ada serta mendukung pernyataan yang dirujuk.
AI tidak boleh digunakan untuk menciptakan data penelitian, mengarang hasil wawancara, memalsukan kutipan, atau memanipulasi hasil analisis. Penulis juga tidak boleh menyerahkan interpretasi data sepenuhnya kepada AI tanpa pemeriksaan dan penalaran manusia.
Jika AI digunakan untuk membantu analisis atau memengaruhi kesimpulan buku, penulis harus menjelaskan penggunaannya kepada penerbit, termasuk bagaimana hasilnya diverifikasi dan apakah penggunaannya memengaruhi argumentasi atau kesimpulan.
2.3. Penggunaan AI dalam Buku Sastra dan Karya Kreatif
AI dapat digunakan untuk membantu eksplorasi gagasan, alternatif redaksi, pengembangan kerangka cerita, atau penyuntingan bahasa dalam karya sastra dan kreatif.
Penulis tetap bertanggung jawab atas orisinalitas, gaya, keputusan artistik, dan isi akhir karya. Penggunaan AI harus memperhatikan hak pihak lain dan tidak boleh digunakan untuk menyamarkan karya yang melanggar hak cipta atau memberikan keterangan yang tidak benar mengenai proses penciptaan.
3. Penggunaan AI untuk Gambar dan Materi Visual
Gambar, ilustrasi, diagram, dan visualisasi dapat membantu pembaca memahami materi buku. Penggunaan AI untuk membuat atau menyempurnakan materi tersebut diperbolehkan secara terbatas, bergantung pada tujuan gambar, ketepatan informasi, dan hak penggunaannya.
3.1. Ilustrasi Konseptual dan Visual Pembelajaran
AI dapat digunakan untuk membantu membuat ilustrasi konseptual, diagram penjelas, bagan alur, visual pembelajaran, atau gambar dekoratif. Hasilnya harus diperiksa untuk memastikan bahwa gambar sesuai dengan konsep yang dijelaskan dan tidak mengandung informasi yang menyesatkan.
Penulis perlu memastikan bahwa gambar dapat digunakan untuk kepentingan penerbitan dan tidak melanggar hak cipta, hak moral, hak atas potret, atau hak pihak ketiga.
3.2. Gambar untuk Sampul dan Desain
AI dapat digunakan untuk mengeksplorasi konsep visual sampul atau menghasilkan rancangan awal yang kemudian disempurnakan. Jika gambar AI akan digunakan langsung dalam buku atau sampul, penulis harus memeriksa ketentuan layanan yang digunakan, termasuk izin penggunaan komersial dan pembatasan hak.
Penulis wajib menyimpan informasi mengenai alat yang digunakan dan proses pembuatan gambar. Bentala Aksara Bestari dapat meminta revisi, penggantian, atau bukti hak penggunaan apabila diperlukan.
3.3. Gambar Faktual dan Bukti Penelitian
AI tidak boleh digunakan untuk membuat, mengubah, atau menyempurnakan gambar yang berfungsi sebagai bukti faktual apabila perubahan tersebut memengaruhi atau berpotensi menyesatkan makna aslinya.
Ketentuan ini berlaku untuk foto eksperimen, gambar mikroskopis, gambar medis atau diagnostik, gel elektroforesis, dokumentasi lapangan, foto peristiwa, serta gambar yang merepresentasikan objek atau kondisi penelitian yang sebenarnya.
Penulis tidak boleh menambahkan, menghilangkan, atau mengubah unsur gambar tersebut sehingga menghasilkan kesan yang berbeda dari keadaan asli. Diagram ilmiah, mekanisme, struktur molekul, dan visual teknis yang dihasilkan AI juga harus diverifikasi berdasarkan sumber yang valid atau oleh pihak yang kompeten.
Jika AI digunakan sebagai bagian dari metode penelitian untuk menghasilkan atau menganalisis gambar, penggunaannya harus dijelaskan secara terbuka. Hal tersebut tidak membenarkan pemalsuan bukti atau penyajian gambar secara menyesatkan.
4. Keterbukaan dan Deklarasi Penggunaan AI
Bentala Aksara Bestari mewajibkan penulis mengungkapkan penggunaan AI yang dilakukan dalam penyusunan naskah. Deklarasi diperlukan agar penerbit dapat memahami peran AI, menilai kelayakan penggunaannya, dan memastikan bahwa penulis telah melakukan pemeriksaan yang memadai.
4.1. Penggunaan yang Harus Dideklarasikan
Penggunaan AI harus dilaporkan apabila menghasilkan teks yang dimasukkan ke dalam naskah, mengubah atau mengembangkan materi secara substantif, membantu penerjemahan, menghasilkan gambar atau materi visual, atau melakukan analisis yang berpengaruh terhadap argumentasi dan kesimpulan.
Koreksi mekanis sederhana, seperti pemeriksaan ejaan dan tanda baca, tidak selalu memerlukan pernyataan kepada pembaca. Namun, penerbit dapat meminta informasi mengenai penggunaan perangkat tersebut untuk keperluan editorial.
4.2. Informasi dalam Deklarasi
Penulis wajib mencatat nama alat AI dan versi atau modelnya jika diketahui, tujuan penggunaan, bagian naskah yang terdampak, serta proses pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan manusia.
Jika AI digunakan untuk membuat atau mengubah gambar, penulis juga harus mencatat jenis visual, lokasi penggunaannya, dan pemeriksaan terhadap ketepatan serta hak penggunaannya. Penulis perlu menjelaskan apakah penggunaan AI memengaruhi argumentasi atau kesimpulan utama buku.
Informasi tersebut disampaikan melalui Formulir Deklarasi Penggunaan AI yang disediakan Bentala Aksara Bestari. Formulir diserahkan bersama Surat Keterangan Keaslian Naskah dan diperbarui jika penggunaan AI berubah secara material selama proses penyuntingan.
4.3. Pernyataan Penggunaan AI dalam Buku
Untuk penggunaan yang berdampak secara substantif terhadap isi atau materi visual, Bentala Aksara Bestari dapat meminta agar penggunaan AI dinyatakan dalam buku. Pernyataan dapat ditempatkan pada bagian keterangan penulis, catatan awal, ucapan terima kasih, atau bagian lain yang sesuai dengan karakter buku.
Contoh pernyataan:
“Dalam proses penyusunan buku ini, penulis menggunakan [nama alat dan versi AI] untuk membantu [tujuan penggunaan] pada bagian [bab atau bagian terkait]. Hasilnya telah diperiksa dan disunting oleh penulis. Penulis bertanggung jawab atas keakuratan informasi, analisis, interpretasi, dan seluruh isi akhir buku.”
Pernyataan harus menggambarkan penggunaan yang sebenarnya. Penulis tidak boleh mengklaim telah melakukan verifikasi atau penyuntingan apabila proses tersebut tidak dilakukan.
5. Hak Cipta, Privasi, dan Perlindungan Naskah
Sebelum menggunakan layanan AI, penulis harus memeriksa ketentuan layanan, kebijakan privasi, dan aturan penggunaan hasil yang dihasilkan. Ketentuan setiap layanan dapat berbeda, terutama terkait penggunaan komersial, kepemilikan, penyimpanan data, dan hak untuk menggunakan kembali hasilnya.
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa teks, gambar, dan materi lain yang digunakan tidak melanggar hak pihak ketiga. Jika status hak atau izin penggunaan tidak jelas, materi tersebut sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam naskah sebelum persoalannya diselesaikan.
Naskah yang belum dipublikasikan, data pribadi, dokumen rahasia, dan materi yang penggunaannya dibatasi tidak boleh diunggah ke layanan AI tanpa kewenangan dan perlindungan yang memadai. Penulis harus mempertimbangkan risiko penyimpanan atau penggunaan ulang informasi oleh penyedia layanan.
5.1. Pemeriksaan Hak Gambar
Untuk gambar yang dihasilkan AI, penulis harus memeriksa apakah layanan yang digunakan mengizinkan pemanfaatan dan penerbitan gambar tersebut. Penulis juga perlu menyimpan catatan mengenai alat, proses pembuatan, serta ketentuan layanan yang berlaku ketika gambar dibuat.
Penggunaan AI tidak otomatis menjamin bahwa suatu gambar bebas dari klaim hak pihak lain. Karena itu, penulis wajib memastikan kelayakan penggunaan gambar sebelum menyerahkannya kepada penerbit.
6. Tanggung Jawab Penulis
Penulis bertanggung jawab penuh atas isi akhir naskah, termasuk materi yang dibuat atau dikembangkan dengan bantuan AI. Tanggung jawab tersebut mencakup keakuratan informasi, validitas sumber, keaslian karya, ketepatan analisis, kelayakan materi visual, serta kepatuhan terhadap hak cipta dan privasi.
Penulis wajib menyampaikan deklarasi yang benar, memeriksa hasil AI, dan bersedia memberikan penjelasan atau bukti pendukung apabila diminta oleh editor. Penggunaan AI tidak mengalihkan tanggung jawab penulis kepada penyedia layanan, editor, atau penerbit.
Setiap naskah yang diserahkan harus disertai Surat Keterangan Keaslian Naskah dan Formulir Deklarasi Penggunaan AI. Jika penulis tidak menggunakan AI, hal tersebut tetap harus dinyatakan melalui formulir yang tersedia.
7. Pemeriksaan Editorial dan Penanganan Pelanggaran
Bentala Aksara Bestari dapat memeriksa deklarasi, meminta klarifikasi, atau meminta bukti pendukung apabila terdapat bagian naskah yang memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Jika ditemukan penggunaan AI yang tidak dideklarasikan, informasi yang tidak benar, referensi fiktif, manipulasi data, pelanggaran hak, atau materi visual yang menyesatkan, penerbit dapat meminta penulis melakukan perbaikan, memperbarui deklarasi, mengganti materi yang bermasalah, atau memberikan penjelasan tambahan.
Jika pelanggaran bersifat serius atau tidak dapat diperbaiki secara memadai, penerbit dapat menunda atau menolak naskah. Apabila masalah ditemukan setelah penerbitan, penerbit dapat mengambil tindakan sesuai tingkat pelanggaran, perjanjian penerbitan, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Tindakan ditetapkan berdasarkan bukti, dampak terhadap integritas karya, dan penjelasan penulis. Kekeliruan yang tidak disengaja dan segera diperbaiki tidak harus diperlakukan sama dengan pemalsuan atau penyembunyian yang dilakukan secara sengaja.
8. Panduan Praktis bagi Penulis
Sebelum menyerahkan naskah, penulis sebaiknya memastikan bahwa seluruh penggunaan AI telah dicatat, informasi dan referensi telah diverifikasi, materi visual telah diperiksa, dan hak penggunaan telah dipastikan. Penulis juga harus memastikan bahwa isi akhir mencerminkan kontribusi intelektual atau kreatif manusia.
Sebagai bagian dari proses pengajuan naskah, penulis wajib menyerahkan:
Naskah buku yang telah disiapkan sesuai ketentuan penerbit.
Surat Keterangan Keaslian Naskah.
Formulir Deklarasi Penggunaan AI, termasuk pernyataan tidak menggunakan AI jika memang demikian.
Kelengkapan dokumen tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan administratif dan editorial Bentala Aksara Bestari.
9. Peninjauan Panduan
Panduan ini dapat diperbarui sesuai perkembangan teknologi AI, perubahan hukum, dan praktik penerbitan. Bentala Aksara Bestari akan meninjau ketentuan yang berlaku secara berkala agar tetap relevan bagi penulis dan pembaca.
Pedoman Wiley dan Elsevier digunakan sebagai rujukan pengembangan praktik penerbitan, sedangkan ketentuan yang tercantum dalam dokumen ini berlaku sebagai panduan internal Bentala Aksara Bestari.
Prinsip Utama
AI dapat membantu penulis mengembangkan karya, tetapi penulis tetap bertanggung jawab atas gagasan, keakuratan, keaslian, dan isi akhir buku.
Referensi
Wiley. AI Guidelines: A Guide for Book Authors. https://www.wiley.com/en-us/publishing/book/ai-guidelines#a-guide-for-book-authors
Elsevier. Generative AI Policies for Books and Commissioned Content. https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/publishing-ethics-books/generative-ai-policies